MEMBANGUN PC ROUTER MENGGUNAKAN LINUX
IP FIRE
OLEH :
NAMA : LA ODE REGI ROLANSA
KELAS : XII TKJ-A
MAPEL : PRODUKTIF
SMK NEGERI 1 RAHA
T.A. 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
IPFIRE adalah system operasi yang
digunakan sebagai firewall, router, proxy server, dan lain-lain yang berguna
untuk mengamankan system jaringan komputer. IPFIRE didistribusikan dibawah
licensy GPL (General Public License) / sering kita menyebutnya linux sehingga
dapat kita peroleh secara gratis dengan mengunduhnya disitus resminya yaitu
http://www.ipfire.org/en/index.
Linux
IPFIRE sendiri merupakan pengembangan dari IPCOP dan
Smoothwall yang kemudian dikembangkan sendiri secara mandiri oleh team
pengembang IPFIRE. Dalam mengembangkan proyek ini team pengembang IPFIRE
menitik beratkan pada kemudahan isntalasi, kemudahan konfigurasi karena IPFIRE
dapat dikonfigurasi melalui WEB interface dan level keamanan yang tinggi selain
itu team pengembang IPFIRE juga benar-benar memperhatikan masalah keamanan
jaringan komputer secara dynamis dan berkala agar tetap aman. Dengan demikian
IPFIRE sangat cocok digunakan untuk network administrator pemula maupun
profesional.
IPFIRE memiliki beberapa fitur
penggunaan dalam system jaringan selain itu IPFIRE juga memiliki dukungan addon
yang membuat IPFIRE menjadi firewall yang handal dan aman. beberapa fitur yang
dimiliki IPFIRE antara lain:
1. Jika di fungsikan sebagai
firewall, fokus utama IPFIRE memang digunakan sebagai firewall, ini berfungsi untuk
mengatur kebijakan dalam autentikasi terhdap system jaringan. Layanan yang
dapat djalankan antara lain:
·
stateful inspection firewall
berdasarkan arsitektur Netfilter linux
·
intrusion detection system with
Guardian addon as extension (IPS system) Sistem
·
deteksi intrusi dengan addon
Guardian sebagai perpanjangan (sistem IPS)
·
filter for invalid/non-standard
packages filter untuk tidak valid / paket
·
separate network segments for server
(DMZ) and wireless with custom policies
·
segmen jaringan yang terpisah untuk
server (DMZ) dan nirkabel dengan kebijakan kustom
·
DoS attack protection (perlindungan
serangan Dos)
·
Application proxies for HTTP and FTP
(with access control and content filtering) and DNS aplikasi proxy untuk
HTTP dan FTP (dengan kontrol akses dan kontenfiltering) dan
DNS incoming and outgoing packet filtering masuk dan keluar packet
filtering
·
Quality of Service and traffic
shaping Kualitas Layanan dan lalu lintas
·
DHCP server
·
Dynamic DNS service
·
NTP server
·
DNS proxy
3. http proxy, Layanan web
proxy memungkinkan untuk menyaring dan log aktivitas user dan mampu memblokir
konten berbahaya.
·
caching konten web
·
content filtering based on blocking
lists and manually defined lists for blocking malicious content konten
penyaringan berdasarkan daftar pemblokiran dan didefinisikan secara manual
daftar untuk memblokir konten berbahaya
·
time based disabling of access for
individual users or entire groups berdasarkan waktu penghentian akses
untuk pengguna individu atau kelompok seluruh
·
simplified management for classes or
conference rooms manajemen yang disederhanakan untuk kelas atau ruang
konferensi
·
advanced storage of updates for
Microsoft Windows, Symantec Antivirus, Adobe products, Avira Antivir and
Avast Antivirus maju penyimpanan update untuk Microsoft Windows, Symantec
Antivirus, Adobe produk, Avira Antivir dan Avast Antivirus
·
authentication to LDAP, identd,
radius or Windows server or a local user database otentikasi ke LDAP,
identd, jari-jari atau Windows server atau database pengguna lokal
·
transfer limitation (speed and/or
traffic volume) batasan transfer (kecepatan dan atau volume lalu lintas)
4. Virtual Private Networking,
Virtual private network (VPN) yang aman digunakan untuk berkomunikasi dengan
pelanggan atau mitra. For a maximum of interoperability, IPFire comes with
multiple implementations. Untuk maksimum interoperabilitas, IPFire dilengkapi
dengan beberapa implementasi.
a.
IPSec/OpenSwan 2
·
network-to-network or
network-to-host (roadwarrior)
·
IKE - PreSharedKey or
·
X.509 certificates from an
integrated or external CA
·
tunnel reconnection on disconnection
and dead-peer-detection
·
NAT traversal
·
encryption with AES, 3DES, Blowfish,
Serpent and Twofish
·
HMAC: SHA1, SHA256, SHA384, SHA512
·
real time compression
b.
OpenVPN
·
host-to-network (roadwarrior)
·
SSL-based encryption: AES, Blowfish,
Twofish, 3DES,
·
real time compression
·
automatically generated packages for
clients so that there configuration
·
is more simplified
·
tunnel across multiple NAT
c.
PPTP (passthrough)
5. Supported connection types, IPFire
dapat mengakses internet dengan banyak jenis koneksi yang umum.
·
ethernet links with static ip
address or configured via DHCP configured
·
ADSL/SDSL with PPPoE
·
DSL via PPTP
·
VDSL (a product of Deutsche Telekom)
·
UMTS
·
automatic reconnect after
disconnection by the provider
·
reconnect with time based schedule
7. Monitoring,Administrator
jaringan dapat memonitor jaringan dengan mudah karena IPFIRE memiliki fungsi
sebagai berikut :
·
graphical monitoring of the system
with the web interface
·
accessible log files with automatic
summary of key events
·
export function of log files
(individually or as a full backup)
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Cara Instalasi Linux IP
FIRE ?
2.
Bagaimana Cara Mengkonfigurasi Linux
IP FIRE ?
3.
Bagaimana Cara Mengkonfigurasi IP
Proxy di Linux IP FIRE ?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui cara instalasi
Linux IP FIRE
2.
Untuk mengetahui cara
mengkonfigurasi Linux IP Fire
3.
Untuk mengetahui cara mengkonfigurasi
IP Proxy di Linux IP FIRE
Download Disini File Lengkapnya : Klik Sini